Header Ads


Kesal Tak Pernah Disentuh Selama 8 Tahun Menikah, Istri Gugat Batalkan Pernikahan Dengan Suami Ke Pengadilan



Menikah adalah sebuah momen paling dinantikan oleh setiap pasangan untuk membangun sebuah keluarga. Tugas utama pria ketika menjadi seorang suami adalah bertanggungjawab memberikan nafkah lahir bathin untuk sang istri. Sedangkan sang istri berkewajiban untuk mengurus suami, anak dan kebutuhan kedua nya.

Namun hal tersebut justru tidak tidak berlaku bagi suami yang satu ini. Sebuah pernikahan di Malta, Italia harus dibatalkan gara-gara suami tak pernah menyentuh wanita yang telah dinikahi nya selama 8 tahun usia pernikahan.

Karena merasa tak dianggap, sang istri lantas pergi ke pengadilan dan membatalkan pernikahan kedua nya. Dan ternyata, selama masa pernikahan sang suami sama sekali tak tertarik untuk berhubungan badan dengan sang istri.

Agen Domino


Menurut sumber, pasangan tersebut dikabarkan hanya bercumbu sebulan sekali selama beberapa menit. Bahkan aktivitas bercinta itu dilakukan setiap hari minggu pukul 22.00 WIB tanpa melibatkan hubungan ranjang. Setiap hari nya, wanita yang tak disebutkan nama nya itu hanya bisa menangis sepanjang malam. Ia merasa trauma dalam pernikahan nya yang tak pernah harmonis.

Dari catatan pengadilan, pasangan itu menikah di tahun 2000 setelah menjalani masa pacaran yang cukup singkat. Selama masa pacaran, mereka tidak pernah menghabiskan waktu berdua karena selalu ada orangtua si perempuan diantara mereka.

Setelah bulan dari bulan madu dan kembali ke Malta, sang suami tak ingin tinggal dirumah mereka dan ingin memilih tinggal bersama kedua orangtua nya. Saat usia pernikahan memasuki 7,5 tahun, si wanita pergi ke pengadilan dan mengaku siap memiliki anak bahkan menggunakan metode bayi tabung.

Agen Poker


Namun menurut keterangan dokter, sesungguh nya pasangan suami istri tersebut sama-sama dalam kondisi subur. Namun si pria selalu punya cara untuk menolak berhubungan seks dengan istri sah nya tersebut. Si suami selalu mengaku sibuk dengan pekerjaan nya sehingga lupa untuk mengurus sang istri.

Bukan tanpa usaha, si wanita bahkan selalu berusaha menarik perhatian sami nya. Setiap hari ia selalu mengantar dan menjemput sang suami saat jam pulang kantor, namun tetap saja tak membuat suami nya tertarik. Bahkan suami nya mengatakan jika tindakan yang dilakukan sang istri adalah hal yang lumah dilakukan seorang istri pada umum nya.

Selama mejadi pasangan suami istri, si wanita meraa hidup nya dibawah tekanan. Sang suami bahkan menolak bertanggungjawab untuk nya, bahkan untuk mengurus perpisahan nya ia bahkan menyuruh ayah nya. Atas kesepakatan bersama, pengadilan akhir nya mengabulkan permintaan si wanita dan pernikahan mereka telah dibatalkan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.